Pemuda Pamekasan Terluka Parah, Kaki Hancur Akibat Ledakan Saat Merakit Petasan
- Riski
Pamekasan-, Ledakan petasan mengakibatkan seorang pemuda di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami luka parah pada bagian kaki, Minggu (15/3/2026). Insiden tersebut terjadi saat korban diduga sedang merakit petasan di rumahnya di Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan.
Pemuda tersebut diketahui bernama Budiyanto (20). Akibat ledakan keras yang terjadi, telapak kaki kanan korban dilaporkan hancur dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Smart Pamekasan.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Suara ledakan yang cukup keras terdengar hingga beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.
Bhabinkamtibmas Desa Tlesah, Briptu M. Edi Susanto mengatakan, berdasarkan informasi awal terdapat dua orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
“Korban yang terkena ledakan ada dua orang, yakni Purwanto yang merupakan pemilik rumah dan Faisol yang merupakan tetangganya,” ujar Briptu Edi.
Ia menjelaskan, peristiwa ledakan itu terjadi di rumah milik Purwanto di Desa Tlesah. Kedua korban berada di lokasi saat ledakan terjadi dan langsung mengalami luka akibat serpihan dan tekanan ledakan.
Warga setempat, Imam, mengatakan bahwa sebelum kejadian, korban diduga sedang merakit petasan di dalam rumah. Aktivitas tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya ledakan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
“Informasi yang beredar di lokasi, korban sedang membuat atau merakit petasan di rumahnya,” kata Imam.
Menurutnya, setelah ledakan terjadi, warga sekitar langsung bergegas memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas kepolisian dari Polsek Tlanakan bersama tim terkait segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
Kapolsek Tlanakan, AKP Tamsil Efendi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti di lokasi kejadian.
“Petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mendalami penyebab kejadian tersebut,” ujar AKP Tamsil.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau merakit petasan secara mandiri karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun luka serius.