Ibu Ditemukan Tewas, Anak Masih Dicari di Sungai Bangkalan

Korban bunuh diri di Bangkalan saat ditemukan tim SAR
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban dalam pencarian ibu dan anak yang diduga bunuh diri dengan melompat ke sungai di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Peristiwa ini menjadi perhatian luas setelah proses pencarian dramatis selama dua hari terakhir.

Kotak Amal Digondol di Masjid, Kelalaian Pengawasan Jadi Sorotan

 

Korban yang ditemukan adalah seorang ibu berinisial S-R. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tersangkut di akar pohon akasia di pinggiran aliran Sungai Besel, Kelurahan Tonjung. Lokasi penemuan berjarak sekitar dua kilometer dari Dam Sungai Tonjung, yang diduga menjadi titik awal korban menceburkan diri bersama anaknya pada Selasa dini hari.

Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem

 

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Basarnas Jawa Timur, serta unsur Puspika Kecamatan Burneh. Petugas menggunakan peralatan lengkap, termasuk kantong jenazah, untuk mengevakuasi tubuh korban dari lokasi yang cukup sulit dijangkau.

Curas Siang Bolong di Sumenep, Warga Pamekasan Ditangkap Polisi

 

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga yang datang ke rumah sakit. Tangis pecah saat mereka memastikan identitas korban, terlebih karena anak korban hingga kini belum ditemukan.

 

Menurut keterangan pihak berwenang, pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyisiran dari dua arah, yakni dari hulu dan hilir sungai. Strategi ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad S-R, meski upaya pencarian terhadap anaknya masih terus berlangsung.

 

Camat Burneh, Erwin Yoesoef, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa korban diduga memiliki riwayat gangguan mental. Namun yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, korban diduga mengajak anaknya yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, berinisial I-B, untuk ikut melompat ke sungai.

 

Hingga kini, tim SAR masih fokus melakukan pencarian terhadap korban kedua. Kondisi arus sungai dan banyaknya rintangan seperti batang pohon menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

 

Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di lingkungan keluarga. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda kondisi darurat serupa agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Halaman Selanjutnya
img_title