Pikap Rombongan Manten Terjun ke Jurang di Bangkalan, Emak-Emak Terpental
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Kecelakaan tunggal melibatkan mobil pikap pengangkut rombongan hajatan terjadi di Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kendaraan bak terbuka yang ditumpangi belasan emak-emak itu terperosok ke jurang setelah diduga tidak kuat menanjak. Akibat insiden tersebut, tiga orang mengalami luka ringan.
Peristiwa ini terjadi saat rombongan hendak menghadiri acara pernikahan di desa lain. Mobil pikap yang mereka tumpangi melintasi jalan desa dengan kondisi sempit, berkelok, serta didominasi tanjakan dan turunan khas wilayah perbukitan di Kecamatan Kokop.
Menurut keterangan warga setempat, awal kejadian bermula ketika kendaraan mencoba menanjak di lokasi kejadian. Namun, diduga karena kelebihan muatan dan kondisi mesin yang tidak prima, mobil kehilangan tenaga. Kendaraan kemudian berjalan mundur secara perlahan hingga akhirnya tergelincir ke sisi kanan jalan.
“Mobilnya sempat mundur, lalu oleng ke kanan dan langsung masuk ke jurang. Penumpangnya banyak, semuanya terpental ke bawah,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Mobil pikap tersebut akhirnya tersangkut di bebatuan lereng jurang, sementara seluruh penumpang terjatuh ke bagian bawah dengan kondisi panik dan disertai teriakan minta tolong. Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung bergegas memberikan pertolongan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Para korban hanya mengalami luka ringan dan beberapa di antaranya mengalami dislokasi. Mereka kemudian dievakuasi oleh warga dan dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan penanganan.
Selain menolong korban, warga juga membantu proses evakuasi kendaraan. Mobil pikap yang terperosok berhasil ditarik kembali ke badan jalan menggunakan kendaraan lain dengan bantuan masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian dari Polres Bangkalan turut memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengingatkan bahwa penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang sangat berbahaya dan melanggar aturan.
“Mobil pikap itu bukan untuk angkut orang, tapi barang. Selain melanggar, ini juga sangat berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, apalagi di medan ekstrem seperti perbukitan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dengan menggunakan kendaraan yang sesuai standar, terutama saat membawa banyak penumpang.