Hujan Disertai Angin Kencang Porak-porandakan Hajatan di Bangkalan, Tamu Panik Berlarian

Tenda hajatan di Bangkalan diterjang angin kencang
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sebuah acara hajatan pernikahan di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026). Dua terop atau tenda utama acara dilaporkan roboh dan rusak parah, membuat suasana berubah menjadi kepanikan.

Pembatasan Akses Medsos, Sekolah di Bangkalan Razia HP Siswa

 

Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir warga yang memperlihatkan detik-detik saat angin kencang menghantam lokasi hajatan. Dalam rekaman, para tamu undangan dan pemain drumband yang sebelumnya berada di bawah tenda tampak berlarian mencari perlindungan.

UTM Genjot Digitalisasi Kampus, Gandeng Kemendiktisaintek

 

Kejadian berlangsung begitu cepat saat hujan tiba-tiba turun dengan intensitas tinggi. Disertai hembusan angin yang semakin kencang, rangka besi tenda mulai berderak hingga akhirnya patah dan roboh.

Kajati Bali Kupas KUHAP 2025 di UTM, Mahasiswa Hukum Didorong Melek Penuntutan

 

“Semua langsung panik, apalagi saat terdengar suara rangka tenda patah. Kami langsung lari ke rumah warga sekitar,” ujar salah satu saksi di lokasi.

 

Para pemain drumband yang sebelumnya tampil untuk memeriahkan acara pun tak sempat menyelamatkan peralatan mereka. Sejumlah alat musik terlihat ditinggalkan begitu saja di halaman rumah tempat hajatan berlangsung.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari karena dua tenda besar mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem memang masih berpotensi terjadi meskipun secara periode utama telah berakhir.

 

“Berdasarkan data BPBD, masa cuaca ekstrem berlangsung dari 26 Maret hingga 4 April dan sudah berakhir. Namun saat ini kita memasuki masa pancaroba, di mana kondisi cuaca masih labil hingga pertengahan atau akhir April,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pada masa pancaroba, hujan deras dan angin kencang bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

 

BPBD Bangkalan juga mengimbau warga agar menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi cuaca buruk. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkembangan cuaca terkini.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih dapat mengancam kapan saja, terutama di masa peralihan musim. Warga diharapkan lebih berhati-hati, khususnya saat menggelar kegiatan di ruang terbuka seperti hajatan, agar kejadian serupa tidak terulang.(RHM)