UTM Genjot Digitalisasi Kampus, Gandeng Kemendiktisaintek

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus mendorong percepatan digitalisasi tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yan
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus mendorong percepatan digitalisasi tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Med. Setiawan, sebagai narasumber utama.

Kajati Bali Kupas KUHAP 2025 di UTM, Mahasiswa Hukum Didorong Melek Penuntutan

 

Bimtek tersebut menjadi langkah strategis UTM dalam meningkatkan mutu layanan akademik sekaligus memperkuat kinerja institusi berbasis teknologi digital. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika dengan fokus pada penguatan sistem tata kelola yang adaptif di era transformasi digital.

Sidang Paripurna atau Ruang Rebahan? Pejabat Bangkalan Disorot

 

Dalam pemaparannya, Prof. Setiawan menekankan pentingnya literasi digital bagi mahasiswa sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, kemampuan akademik tidak lagi cukup hanya mengandalkan logika semata, tetapi juga harus diimbangi dengan kreativitas dan kemampuan kolaborasi.

Pria 41 Tahun Meninggal Mendadak di Parkiran Pasar Langkap Bangkalan

 

“Mahasiswa harus memiliki literasi digital yang kuat. Di era sekarang, tidak cukup bergantung pada kemampuan logika saja. Mereka harus kreatif dan mampu berkolaborasi,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti bahwa akselerasi digitalisasi di perguruan tinggi tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan administrasi, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas akademik dan kompetensi mahasiswa. Dengan semakin luasnya akses terhadap konten digital, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan wawasan dan keterampilan.

 

“Semakin banyak literasi digital yang tersedia, maka semakin luas pula pengetahuan mahasiswa. Ini akan berdampak langsung pada kualitas lulusan,” jelasnya.

 

Selain itu, digitalisasi dinilai menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada penjaminan mutu, tetapi juga mendorong penguatan sistem akademik, riset, hingga inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

 

Prof. Setiawan juga menegaskan bahwa Madura harus tetap menjadi fokus pengembangan UTM sebagai kampus berbasis lokal yang memiliki peluang besar untuk berkembang melalui transformasi digital.

 

Sementara itu, Rektor UTM Prof. Safi’ menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan Kemendiktisaintek menjadi dorongan kuat bagi kampus untuk terus berbenah. Ia menegaskan komitmen UTM dalam meningkatkan kualitas layanan, mulai dari pengembangan program studi hingga peningkatan akreditasi.

 

Menurutnya, capaian UTM yang masuk dalam peringkat sembilan dari 10 kampus terbaik di Jawa Timur versi Webometrics menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title