Kobra 1,5 Meter Serang Kandang Ayam Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Seekor ular kobra sepanjang sekitar 1,5 meter menggegerkan warga Dusun Manggisan, Desa Burneh, Kabupaten Bangkalan. Ular berbisa tersebut ditemukan sedang memangsa empat ekor anak ayam milik warga, hingga akhirnya dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pemilik ayam, Romadon, saat hendak memberi pakan di kandangnya. Ia dibuat kaget karena mendapati beberapa anak ayamnya sudah dalam kondisi dimangsa, sementara seekor kobra berada di dalam kandang.
“Saya mau kasih makan, tapi lihat anak ayam sudah dimakan. Ternyata ada ular kobra di dalam kandang,” ujar Romadon.
Romadon sempat mencoba mengusir ular tersebut secara mandiri. Namun upayanya justru berujung bahaya. Ular kobra itu beberapa kali menyerang, membuatnya panik dan akhirnya memilih menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, tim Damkar Kabupaten Bangkalan tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi. Dengan menggunakan alat penjepit khusus, petugas berusaha mengamankan ular dari dalam kandang yang sempit.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan selama 20 hingga 30 menit. Ular kobra sempat menunjukkan agresivitasnya dengan melakukan serangan ke arah petugas, bahkan beberapa kali menyemburkan bisa.
“Prosesnya cukup sulit karena posisi ular di dalam kandang. Selain itu, ular juga sempat menyerang petugas,” kata Ortis Iskandar, petugas Damkar Bangkalan.
Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular berbisa tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa. Ular kemudian dibawa untuk penanganan lebih lanjut.
Romadon mengungkapkan, kejadian kehilangan anak ayam sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, baru kali ini ia mengetahui secara langsung penyebabnya.
“Memang sering hilang, tapi baru kali ini saya lihat sendiri ularnya,” ungkapnya.
Warga setempat menyebut kemunculan ular kobra di wilayah tersebut bukan hal baru. Lokasi permukiman yang berdekatan dengan area rawa diduga menjadi habitat alami ular, sehingga kerap masuk ke lingkungan warga.
Pihak Damkar Bangkalan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama di daerah yang dekat dengan lahan terbuka atau rawa. Warga juga diminta tidak bertindak sendiri saat menemukan hewan berbahaya.