Kapolda Jatim Telantarkan Awak Media Sumenep

Backdrop pres rilis Mapolres Sumenep
Sumber :
  • Afif

Sumenep-, Rencana konferensi pers terkait temuan 27,83 kilogram barang yang diduga narkotika jenis kokain di Sumenep berujung kekecewaan. Puluhan awak media yang telah menunggu berjam-jam di Mapolres Sumenep, Selasa (14/4/2026), merasa “ditelantarkan” setelah agenda tersebut mendadak dibatalkan tanpa penjelasan awal yang memadai.

Misteri 27 Kg Diduga Kokain di Pantai Sumenep

 

Kegiatan yang sedianya digelar di Aula Sanika Satyawada itu sebelumnya diinformasikan oleh Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, sekitar pukul 09.03 WIB. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa konferensi pers akan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto.

Gerebek Judi Sabung Ayam, 9 Warga Bangkalan Diamankan Polisi

 

Sejak pukul 09.00 WIB, awak media telah memadati lokasi dan menunggu kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Jatim tersebut. Kapolda diketahui tiba di Mapolres Sumenep menggunakan helikopter sekitar pukul 10.23 WIB. Namun, setelah waktu berlalu hingga siang hari, kegiatan yang dinanti tak kunjung dimulai.

Nenek Tewas Terlindas Dump Truck di Pamekasan

 

Situasi semakin membingungkan ketika usai salat Dzuhur, kendaraan roda empat yang diduga ditumpangi Kapolda justru meninggalkan halaman Mapolres. Di saat bersamaan, backdrop acara yang telah terpasang di aula tiba-tiba diganti, dan barang bukti yang sebelumnya dipajang ikut ditarik kembali, meski konferensi pers belum sempat berlangsung.

 

Baru sekitar pukul 13.30 WIB, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto memberikan penjelasan kepada awak media. Ia menyatakan bahwa kedatangan Kapolda ke Sumenep merupakan kunjungan kerja internal, bukan untuk kegiatan konferensi pers.

 

“Pak Kapolda ke Sumenep hanya kunjungan kerja yang sifatnya internal, bukan kegiatan lainnya,” ujarnya.

 

Terkait temuan barang yang diduga kokain tersebut, Kapolres menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut sebelum menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

 

Kondisi ini menuai reaksi keras dari kalangan jurnalis. Ketua IJTI Korda Madura Raya, Veros Afif, menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan mendadak tersebut. Ia menilai tidak adanya konfirmasi awal merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap kerja jurnalistik.

 

“Kami merasa ditelantarkan. Kami sudah hadir dan menunggu cukup lama, sementara banyak agenda lain rekan-rekan jurnalis yang terabaikan. Bahkan Kapolda tidak sempat menyapa,” ungkapnya.

 

Permintaan maaf baru disampaikan melalui grup WhatsApp Mitra Humas Polres Sumenep sekitar pukul 14.01 WIB. Dalam pesan tersebut, pihak kepolisian menyebut pembatalan terjadi karena Kapolda memiliki agenda mendadak dengan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri).

Halaman Selanjutnya
img_title