Menjelang Idul Adha, Pencurian Sapi di Bangkalan Meresahkan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Menjelang Hari Raya Idul Adha, kasus pencurian hewan ternak sapi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, sejumlah warga melaporkan kehilangan sapi miliknya. Kondisi ini membuat masyarakat resah, terlebih sapi menjadi aset berharga menjelang momen kurban.
Suasana tak biasa terlihat di Desa Pedurungan, Kecamatan Tanah Merah. Sejumlah personel kepolisian mendatangi lokasi dengan membawa anjing pelacak untuk menelusuri jejak pelaku pencurian. Langkah ini dilakukan setelah adanya laporan warga terkait maraknya aksi pencurian sapi di wilayah tersebut.
Proses pelacakan dilakukan dari titik lokasi pencurian, menyusuri jalan desa, area persawahan, hingga pinggiran hutan. Jalur-jalur tersebut diduga menjadi rute yang digunakan pelaku saat membawa kabur hewan ternak hasil curian.
Warga menyebut, aksi pencurian sapi ini tidak hanya terjadi di satu titik. Selain di Kecamatan Tanah Merah, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Kwanyar. Dalam kurun waktu singkat, beberapa ekor sapi milik warga dilaporkan hilang.
“Sudah beberapa kejadian dalam seminggu ini. Warga jadi was-was, apalagi sekarang mendekati Idul Adha,” ujar Suryadi, salah satu warga setempat.
Keresahan warga cukup beralasan. Selain sebagai sumber penghidupan, sapi juga menjadi investasi bernilai tinggi. Menjelang Idul Adha, harga sapi dapat mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per ekor, sehingga menjadi incaran pelaku kejahatan.
Masyarakat pun berharap aparat kepolisian dapat bertindak lebih tegas dan meningkatkan patroli, khususnya di wilayah pedesaan yang dinilai rawan. Warga khawatir jika aksi pencurian ini terus terjadi, dapat memicu kemarahan masyarakat.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, pelaku pencurian yang tertangkap bahkan sempat menjadi sasaran amuk massa hingga menyebabkan korban jiwa. Hal ini menjadi perhatian serius agar penanganan dilakukan secara cepat dan tepat oleh pihak berwenang.
Warga meminta kehadiran aparat tidak hanya saat kejadian, tetapi juga melalui patroli rutin sebagai langkah pencegahan. Dengan demikian, rasa aman masyarakat dapat terjaga, terutama menjelang perayaan Idul Adha yang semakin dekat, sehingga menciptakan suasana kondusif dan aman.(RHM)