Pencanangan Zona KHAS UTM Dan FGD Akselerasi Sertifikat Halal MBG Dan UMKM Di Madura

Penandatangan MoU di Universitas Trunojoyo Madura
Sumber :

Bangkalan-, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mencanangkan Zona Kuliner Halal, Aman, Dan Sehat (KHAS). Komitmen Itu Disampaikan Rektor Utm Prof Safi’ Dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) Kamis (6/11).

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Langkah Nyata Dalam Memperkuat Kesadaran Produk Halal Di Pulau Madura Melalui Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tentang Percepatan Sertifikasi Halal. Kegiatan Yang Digelar Di Aula Syaikhona Muhammad Kholil UTM Tersebut Dihadiri Kepala Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan. Juga Turut Hadir Deputi Bidang Kemitraan Standardisasi Halal Bpjph Abdus Syakur.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Sementara Itu, Rektor UTM Safi', Menyampaikan Bahwa UTM Terus Mendorong Percepatan Sertifikasi Halal Di Madura. Melalui Pencanangan Zona KHAS UTM Yang Halal, Higienis, Dan Sehat, Utm Berharap Langkah Ini Menjadi Penggerak Bagi Daerah. “kami Ingin Zona Halal UTM Ini Menjadi Katalis Yang Dapat Diduplikasi Oleh  Pemkab Bangkalan, Sehingga Memberikan Jaminan Seluruh Produk Yang Dikonsumsi Masyarakat Benar-benar Terjamin Kehalalannya,” Terangnya. 

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

“ini Adalah Langkah Awal Untuk Memastikan Semua Produk Di Lingkungan Kampus Benar-benar Halal Dan Sehat. Kami Berharap Zona Ini Menjadi Contoh Bagi Daerah Lain Untuk Menerapkan Hal Serupa,” Ujar Prof. Safi’.

 

Dalam Kegiatan Tersebut, pihak UTM Juga Menandatangani Nota Kesepahaman Dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Melalui Kerja Sama Ini, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UTM kini dapat menyelenggarakan pelatihan serta merekrut penyelia halal secara mandiri.

 

“selama Ini Tenaga Penyelia Halal Masih Terbatas. Dengan Adanya Mou Ini, Utm Bisa Langsung Melatih Dan Menyiapkan Tenaga Ahli Halal Untuk Mempercepat Sertifikasi Di Madura,” Jelasnya.

 

Rektor Menegaskan Bahwa Gerakan Halal Harus Menjadi Budaya, Bukan Sekadar Formalitas Administratif.

 

“kita Mulai Dari Kuliner Kampus, Tapi Harapannya Menjadi Gaya Hidup. Semua Harus Halalan Thayyiban, Baik Dari Produk Maupun Prosesnya,” Tegasnya.

 

Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, Menyatakan Bahwa Pemerintah Kabupaten Bangkalan Siap Berkolaborasi Dengan Universitas Trunojoyo Madura (Utm) Dalam Mempercepat Akselerasi Sertifikasi Halal Bagi Para Pelaku Usaha Di Madura, Khususnya Di Bangkalan. 

 

Hal Tersebut Disampaikan Wabup Saat Memberikan Sambutan Pada Kegiatan Forum Group Discussion (Fgd) Akselerasi Sertifikasi Halal Dan Pencanangan Zona Khas Utm Yang Digelar Di Kampus Utm.

 

Dalam Sambutannya, Wabup Menegaskan Bahwa Sertifikasi Halal Merupakan Kebutuhan Penting Bagi Pelaku Usaha, Terutama Di Sektor Kuliner. “dengan Adanya Sertifikasi Halal, Akan Muncul Kepercayaan Dari Masyarakat. Tidak Hanya Itu, Bagi Pelaku Usaha, Label Halal Juga Meningkatkan Kualitas Produk Sehingga Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Serta Pemberdayaan Umkm,” Ujarnya.

 

Ia Menambahkan, Bangkalan Dikenal Sebagai Salah Satu Daerah Dengan Sektor Kuliner Yang Berkembang Pesat. Banyak Produk Umkm Telah Menjadi Ikon Daerah Dan Memiliki Potensi Besar Untuk Masuk Pasar Yang Lebih Luas. Karena Itu, Wabup Menekankan Pentingnya Kolaborasi Untuk Memperkuat Ekosistem Produk Halal Di Bangkalan.

 

“sertifikat Halal Sangat Penting. Selain Memberikan Jaminan Kepada Masyarakat Yang Mayoritas Muslim, Produk Halal Kini Juga Telah Menjadi Lifestyle Global. Bahkan Beberapa Produk Ekspor Juga Mensyaratkan Sertifikasi Halal. Ke Depan, Perlu Ada Kolaborasi Dengan Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Serta Mendorong Umkm Agar Memperoleh Sertifikasi Halal. Kami Siap Mendukung Seluruh Hasil Fgd Pada Hari Ini,” Tegasnya.

 

Kegiatan Ini Menghadirkan Sejumlah Narasumber Nasional, Di Antaranya Kepala Bpjph Kemenag Ri Dr. Ahmad Haikal Hasan, Deputi Bidang Kemitraan Dan Standardisasi Halal Bpjph Dr. H. Abdul Syakur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim, Serta Sekretaris Komisi Fatwa Mui Jatim Kh Sholihin Hasan.