Berikut Daftar Nama Santri Korban Tenggelam di Lokasi Galian C Bangkalan
Bangkalan-, Suasana duka mendalam menyelimuti Puskesmas Jeddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, saat keluarga enam santri yang tewas tenggelam di kubangan air bekas galian C mulai berdatangan.
Tangis histeris pecah begitu jenazah para korban satu per satu dikeluarkan untuk diantar ke rumah duka masing-masing. Sejumlah ibu korban bahkan terdengar meratap histeris, tak kuasa menerima kenyataan bahwa anak yang sebelumnya sehat kini pulang dalam keadaan tak bernyawa.
Enam ambulans telah disiapkan untuk mengantar jenazah para korban ke daerah asal mereka. Para santri yang menjadi korban berasal dari berbagai wilayah, baik dari Bangkalan maupun luar kota.
Berikut identitas para korban:
• Louvin Al-Baru Suhara, siswa kelas 2 SD
• Salman Al-Farisi (9), warga Tandes Surabaya, kelas 2 SD
• Rosyid Ainul Yakin, siswa kelas 3 SD
• Reynand Azka Mahardika (10), warga Sambikerep Surabaya, kelas 3 SD
• Moh. Nasiruddin Adrai (8), warga Panggung Sidoarjo
• Amir Fauziah (7), warga Kabupaten Sampang, kelas 1 SD
• Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7), warga Parseh Bangkalan, kelas 1 SD
Seluruh korban merupakan santri berusia 6–8 tahun, yang masih duduk di kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar.
Kepala Puskesmas Jeddih, drg. Purwanti, mengatakan bahwa keenam korban tiba pada Kamis petang menjelang Magrib. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh korban dinyatakan meninggal dunia dengan ciri-ciri khas korban tenggelam, seperti pupil mata membesar, kuku menghitam, serta sejumlah bagian kulit tubuh menggelap akibat proses penenggelaman.
“Setelah dilakukan identifikasi, seluruh korban langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga. Mereka menolak dilakukan autopsi,” ujar drg. Purwanti.
Peristiwa ini menambah panjang daftar korban di lokasi bekas galian C Jeddih yang selama ini dikenal berbahaya. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menutup area tersebut agar tidak kembali memakan korban.