Kelas Ambruk di Hari Guru, Ratusan Siswa Belajar di Teras Warga
Bangkalan-, Suasana Hari Guru Nasional yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi kepanikan bagi warga dan para siswa SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Pada Senin (24/11/2025) malam, salah satu ruang kelas di sekolah tersebut ambruk, membuat ratusan siswa terpaksa mengungsi dan belajar sementara di teras-teras rumah warga sekitar.
Saat tiba di sekolah pada Selasa pagi, para siswa hanya bisa terpaku melihat bangunan kelas yang biasanya menjadi tempat mereka belajar sudah berubah menjadi tumpukan puing. Meski demikian, keceriaan khas anak-anak tetap terlihat, meski mereka baru menyadari bahwa kelas mereka tidak dapat digunakan setelah runtuh sehari sebelumnya.
Belajar mengajar pun dialihkan ke rumah warga terdekat agar proses pendidikan tetap berjalan. Menurut kesaksian warga, insiden terjadi usai waktu Magrib. Warga yang baru saja selesai beribadah mendengar suara gemuruh keras dari arah sekolah. Ketika didatangi, mereka mendapati bangunan kelas telah rata dengan tanah.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah dan pemerintah desa setempat.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa ruang yang roboh adalah ruang kelas siswa kelas 1 dan kelas 2. Kondisinya memang sudah lama tidak layak pakai. Bahkan beberapa hari sebelumnya, warga dan guru sempat mengecek tembok bangunan dan mendapati dindingnya goyang saat disentuh, mengindikasikan struktur sudah sangat rapuh.
Beruntung, pada hari kejadian para siswa sudah sempat belajar di ruangan tersebut, namun karena kekhawatiran muncul setelah melihat kondisi bangunan, guru kemudian memindahkan kegiatan belajar ke beranda rumah warga. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti, namun insiden terjadi pada malam hari ketika sekolah sudah kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Guru SDN Kajuanak 4, Ningsih, berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan.
“Kami sangat berharap ada perbaikan secepatnya, agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak khawatir tertimpa bangunan,” ujarnya.
Hingga kini pihak sekolah dan pemerintah desa masih berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung dengan aman.