MBG Menu Sayur Buncis di Bangkalan Berulat, Siswa Protes Belum Makan
Bangkalan-, Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima salah satu siswa di SDN Plakaran Kecamat Arosbaya Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur berisi ulat. Diketahui merupakam distribusi dari SPPG Arosbaya Buduran 2 Bangkalan.
Menu MBG tak layak konsumsi tersebut terekam camera dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar terihat salah seorang guru berteriak melarang sisiwanya makan usai menemukam salah satu menu MBG terkontaminasi ulat. Nampak jelas belatung yang di menu yang berisi sayur buncis tersebut.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arosbaya Buduran 2, Ahcmad Fauriel Fahmir Fahrezi, tidak menampik adanya menu MBG berulat dari dapurnya. Menurutnya temuan menu bermasalah itu di SDN Plakaran Bangkalan.
"Iya benar, adanya memu berulat itu diatribusi dari dapur kami," terangnya, Senin (15/12).
Menurut Fahmir, temuan itu terjadi pada Senin (15/12). Hal tersebut diketahui usai pihaknya menerima laporan dari sekolah tentang adanya temuan menu MBG tak layak konsumsi tersebut.
"Yang ditemukan hanya satu ompreng, dan lainya aman dan kami langsung menarik kembali," jelasnya.
Ulat itu ditemukan di sayur pada menu yang disajikan. Menurutnya ulat tersebut timbul dari sayur yang luput dari pantawan.
"Kemungkinan ulat itu dari sayur kacang panjang yang disajikan," paparnya.
Ia juga mengaku pihaknya sudah malukan pengolahan sesuai prosedur. Menurt dia, proses pengolahan melewati tiga tahap, sebelum dilakukan masuk di bagian persiapan dam siap di olah.
"Jadi kami sebelum di olah, setiap bahan di cek melalui saya, dan ahli gizi juga bagian akuntan, kemudian dilakukan oenyucian menggunakan air garam, dengan berulang-ulang," jelasnya.
Fahmir menambahkan, peristiwa itu murni karena kelayayan petugaa di SPPG-nya. Pasca-kejadian itu, pihaknya berjanji akan lebih berhati-hati dan memperketat penerapan SOP di dapurnya, sehingga kejadian serupa tidak terulang.
"SPPG kami mendiatribusikan 2.602
porsi MBG, yang menyasar 15 lembaga. Dan kedepanya kami akan lebih berhati-hati lagi," pungkasnya.(RHM)