Geger ! Warga Bangkalan, Temukan Sumur Bor Keluarkan Cairan Minyak

Warga Bangkalan geger temukan minyak bumi
Sumber :

Bangkalan-, Warga Dusun Manakajah, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, digemparkan dengan munculnya cairan yang diduga minyak dari pengeboran sumur air di pekarangan rumah salah seorang warga, Kamis siang.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Peristiwa bermula saat pemilik rumah melakukan pengeboran sumur air yang rencananya hingga kedalaman 125 meter. Namun, saat mencapai kedalaman sekitar 105 meter, lubang bor justru mengeluarkan semburan air bercampur cairan berwarna hijau pekat yang secara kasat mata menyerupai bahan bakar minyak jenis pertalite.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Kejadian langka tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga sekitar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung fenomena tersebut. Bahkan, sejumlah warga sempat berebut menampung cairan yang keluar dari lubang bor menggunakan jeriken.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Melihat kondisi yang berpotensi membahayakan, petugas Muspika Klampis bersama tim BPBD Bangkalan segera mendatangi lokasi dan melakukan sterilisasi area dari kerumunan warga. Langkah ini dilakukan demi mencegah risiko keselamatan akibat dugaan keberadaan bahan mudah terbakar.

 

Pihak kepolisian dan TNI juga melakukan uji manual terhadap cairan tersebut menggunakan korek api. Hasilnya, cairan itu mudah terbakar, sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa cairan tersebut merupakan jenis minyak.

 

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur untuk melakukan uji laboratorium guna memastikan jenis cairan yang keluar dari dalam tanah tersebut.

 

“Untuk sementara, demi keselamatan warga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, lubang pengeboran kami tutup sementara dan warga dilarang mendekati lokasi sampai kondisi dinyatakan aman,” ujar Zainul Qomar.

 

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.(RHM)