Warga Bor Sumur, Pemprov Jatim Benarkan Ditemukan Unsur Minyak Bumi

Warga Bangkalan bor sumur hasilkan minyak bumi
Sumber :

Madura – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membenarkan adanya temuan unsur minyak bumi dari sumur bor milik warga di Desa Penyaksaken, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Temuan tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan langsung oleh petugas dari SKK Migas bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Sejumlah petugas SKK Migas dan Dinas ESDM Jatim mendatangi langsung lokasi sumur bor yang sebelumnya dilaporkan mengeluarkan cairan menyerupai bahan bakar minyak. Kedatangan tim tersebut didampingi oleh instansi terkait serta perangkat desa setempat.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Dalam proses pengecekan, petugas membuka kembali titik sumur bor yang sebelumnya telah ditutup untuk sementara demi keamanan warga. Saat dibuka, awalnya sumur tersebut hanya mengeluarkan air keruh. Namun, tidak berselang lama, secara perlahan muncul cairan hitam pekat yang diduga mengandung minyak mentah.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Cairan tersebut kemudian diambil sebagai sampel untuk dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium di Surabaya. Pengujian laboratorium ini bertujuan memastikan kandungan zat yang terdapat dalam cairan tersebut, apakah benar mengandung minyak bumi atau gas.

 

Humas Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Bambang Alibowo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal atau tes manual di lapangan, cairan tersebut memang terindikasi mengandung minyak.

 

“Dari hasil tes manual memang dibenarkan ada kandungan minyak. Namun untuk memastikan secara ilmiah, kami tetap menunggu hasil uji laboratorium,” jelas Bambang.

 

Ia menambahkan, proses uji laboratorium diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari. Selama menunggu hasil tersebut, aktivitas pengeboran di lokasi ditutup sementara guna menghindari risiko keselamatan dan dampak lingkungan.

 

Apabila hasil uji laboratorium nantinya dinyatakan positif mengandung gas atau minyak mentah, maka akan dilakukan tindak lanjut berupa survei seismik. Survei ini bertujuan untuk menganalisis potensi kandungan migas di wilayah tersebut sekaligus menilai kemungkinan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.

 

“Tindak lanjut teknis selanjutnya akan ditangani oleh SKK Migas bersama PHE WMO,” pungkas Bambang.

 

Hingga saat ini, warga sekitar diminta tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar lokasi sumur bor sampai ada hasil resmi dari pengujian laboratorium dan keputusan lanjutan dari pihak berwenang.(RHM)