Unras ricuh, 3 Mahasiswa Bangkalan luka-luka
Bangkalan-, Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan di Kantor Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berakhir ricuh, Senin,19/01/2026.
Kericuhan pecah setelah massa aksi kecewa karena tidak kunjung ditemui Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Para demonstran yang sejak awal berharap adanya dialog akhirnya berupaya melakukan sweeping ke dalam ruang kerja bupati.
Upaya tersebut mendapat penghadangan dari aparat kepolisian Polres Bangkalan yang dibantu Satpol PP. Adu dorong pun tak terhindarkan hingga berujung bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan di depan Kantor Bupati Bangkalan.
Dalam insiden tersebut, kedua belah pihak terlihat saling tendang dan adu pukul. Kericuhan terjadi beberapa kali seiring meningkatnya emosi massa yang menunggu terlalu lama tanpa ada satu pun pejabat yang keluar menemui mereka.
Mahasiswa semakin emosi dan berusaha mencari serta menjemput paksa bupati dari dalam ruang kerjanya. Namun upaya itu kembali digagalkan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang melakukan pengamanan jalannya aksi.
Akibat bentrokan tersebut, tiga orang mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan dan pukulan saat terjadi aksi saling dorong dengan aparat.
Dalam orasinya, mahasiswa menagih janji-janji politik Bupati Bangkalan yang disampaikan saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum dituntaskan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga persoalan pengelolaan sampah yang hingga kini dinilai gagal ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Krisna, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kepemimpinan Bupati Bangkalan.
“Janji-janji politik yang disampaikan saat kampanye hingga kini belum direalisasikan. Kami menuntut Bupati Bangkalan segera mewujudkan komitmennya kepada masyarakat,” tegas Krisna dalam orasinya.
Ia juga menyatakan, HMI Cabang Bangkalan berjanji akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Bupati Bangkalan.(RHM)