Angin Kencang Terjang Jembatan Suramadu, Pemotor Menepi dan Nelayan Urung Melaut
Bangkalan-, Angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur kawasan Jembatan Suramadu, membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menghentikan laju kendaraan dan menepi. Hembusan angin kencang di jembatan penghubung Madura–Surabaya tersebut menyebabkan kendaraan roda dua oleng dan berisiko tinggi mengalami kecelakaan.
Beginilah momen saat badai menerjang kawasan Suramadu, terekam oleh seorang pemancing di pesisir Pantai Labang, Bangkalan, tepat di bawah Jembatan Suramadu. Para penghobi mancing hanya bisa pasrah menyaksikan ganasnya terpaan angin kencang dan deburan ombak laut yang semakin meninggi.
Kondisi serupa juga dirasakan para pengendara dari arah Bangkalan yang melintas di atas Jembatan Suramadu. Terlihat sejumlah pemotor terpaksa berhenti dan menepi di jalur roda dua sambil berpegangan pada pagar maupun kerangka besi jembatan demi menjaga keseimbangan.
Situasi tersebut dinilai sangat berbahaya jika pengendara tetap memaksakan diri melintas, mengingat angin kencang disertai hujan deras dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Selain itu, jarak pandang pengendara juga menjadi terbatas, sehingga potensi kecelakaan semakin meningkat.
Sementara itu, bagi pengendara roda dua yang belum memasuki area jembatan, sebagian memilih berteduh di bawah jembatan fly over yang berada di pintu masuk Suramadu, menunggu kondisi cuaca kembali normal.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangkalan juga mengakibatkan beberapa titik ruas jalan utama Pantura Bangkalan, khususnya di Jalan Raya Tanjung Bumi, terendam air. Meski demikian, jalan tersebut masih relatif aman untuk dilalui kendaraan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca buruk yang masih berpotensi terjadi. Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, meminta pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan.
“Masyarakat, khususnya pengendara, kami imbau untuk berhenti sejenak dan mencari tempat perlindungan yang aman saat hujan deras dan angin kencang terjadi,” ujarnya.
Selain berdampak pada pengguna jalan, cuaca ekstrem ini juga memengaruhi aktivitas nelayan. Sejumlah nelayan memilih kembali ke darat saat hendak berangkat melaut karena diguncang angin kencang dan ombak besar pada sore hari.