Seorang Kakek Ditemukan Tewas Dijaring Nelayan Sungai Arosbaya

Evakuasi kakek dari jari nelayan Arosbaya
Sumber :

Bangkalan-, Seorang pria lanjut usia berinisial MJ (70) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tersangkut jaring nelayan di aliran Sungai Laut Pocogen, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (tanggal menyesuaikan).

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar sungai. Nelayan tersebut mendadak terkejut saat melihat sesosok tubuh laki-laki tersangkut di jaring miliknya. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan, hingga warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Suasana haru pecah saat istri dan keluarga korban tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Melihat tubuh MJ yang sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi kaku, keluarga hanya bisa menangis histeris di tepi sungai.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Petugas dari Polsek Arosbaya bersama Koramil setempat dibantu warga kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat berpamitan untuk mencari ikan di sungai desa setempat. Namun hingga beberapa jam berselang, korban tak kunjung pulang. Karena merasa ada kejanggalan, pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian.

 

“Korban memang hobi memancing. Tapi biasanya tidak pernah selama itu,” ujar salah satu anggota keluarga.

 

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil, namun korban ditemukan dalam kondisi mengambang di tepi aliran sungai. Pihak keluarga juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit migrain akut, yang diduga kambuh saat korban sedang memancing hingga terjatuh dan tenggelam tanpa diketahui orang lain.

 

Sementara itu, IPDA Agung Intama, Kasi Humas Polres Bangkalan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Dari keterangan pihak medis Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan meminta agar jenazah segera dibawa pulang untuk dimakamkan,” jelasnya.

 

Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung diserahkan untuk segera dikebumikan.(RHM)