Kawanan Monyet Serbu Permukiman di Bangkalan, Warga Khawatir Keselamatan Anak

Teror Kawanan monyet di Bangkalan
Sumber :

Bangkalan-, Kawanan monyet liar menyerang kawasan permukiman warga di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Hewan primata tersebut memakan padi yang sedang dijemur warga serta mengacak-acak tempat sampah di lingkungan perumahan.

Polres Sumenep Tegas Bantah Kriminalisasi Tersangka Kasus Solar Subsidi

 

Aksi kawanan monyet ini sempat direkam oleh warga menggunakan telepon genggam. Dalam video terlihat sejumlah monyet berkeliaran di halaman rumah dan memakan padi yang dijemur. Pemilik padi yang merekam kejadian itu menyebut jumlah monyet cukup banyak hingga memenuhi area permukiman.

Tumpeng Sambut Ramadan, Warga Bangkalan Padati Musala di Malam Tarawih Perdana

 

Selain memakan padi, kawanan monyet juga dilaporkan masuk ke kawasan Perumahan Pesona Pesalakan. Di lokasi ini, monyet-monyet mengacak-acak tempat sampah di depan rumah warga dan memunguti sisa makanan, sehingga sampah berserakan dan mengotori jalan perumahan.

Angin Badai Porak-porandakan Bazar Takjil di Bangkalan, Pengendara Tertimpa Tenda

 

Warga setempat mengatakan kemunculan monyet liar ini mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Kawanan tersebut diduga keluar dari area kebun salak dan rimbunan bambu yang berada di sisi selatan perumahan.

 

Biasanya, monyet-monyet itu terlihat sejak pagi hari, kemudian menjelang siang mulai mencari makanan di sekitar tempat sampah dan halaman rumah warga. Meski belum ada laporan serangan gigitan, keberadaan hewan liar tersebut cukup membuat warga resah.

 

Hal ini karena monyet-monyet tersebut cenderung tidak takut terhadap manusia. Bahkan, warga memilih menghindar dan menunggu hingga kawanan monyet pergi setelah selesai mencari makanan.

 

Bondan Santoso, salah satu warga, mengatakan kawanan monyet sebenarnya sudah lama ada di sekitar wilayah tersebut. Ia menduga hewan-hewan itu turun ke permukiman karena kesulitan mendapatkan makanan akibat habitat aslinya yang semakin berkurang dan berubah menjadi kawasan perumahan.

 

Warga berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar kawanan monyet tidak lagi turun ke permukiman. Mereka khawatir jika kondisi ini dibiarkan, dapat membahayakan warga, terutama anak-anak.(RHM)