Akses Sulit, Siswa SDN Langkap 5 Bangkalan Harus Jalan Kaki Jemput Makan Bergizi Gratis

MBG di Bangkalan disalurkan dengan jalan kaki
Sumber :

Bangkalan-, Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Langkap 5, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, harus melintasi area persawahan. Sulitnya akses kendaraan menuju sekolah membuat siswa dan guru harus berjalan kaki hingga sekitar seratus meter untuk menjemput makanan yang dikirim.

Polres Sumenep Tegas Bantah Kriminalisasi Tersangka Kasus Solar Subsidi

 

Beginilah aktivitas para siswa dan guru SDN Langkap 5 setiap pagi. Mereka harus menjemput kotak makanan MBG di titik yang dapat dijangkau kendaraan, kemudian menentengnya sendiri menuju sekolah.

Tumpeng Sambut Ramadan, Warga Bangkalan Padati Musala di Malam Tarawih Perdana

 

Kondisi ini bukan disebabkan kendaraan pengiriman mogok di jalan, melainkan karena akses menuju sekolah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Jalan kampung yang sempit serta kondisi medan yang terbatas membuat pengiriman harus dilakukan secara estafet dengan bantuan pihak sekolah.

Angin Badai Porak-porandakan Bazar Takjil di Bangkalan, Pengendara Tertimpa Tenda

 

Meski harus berjalan kaki, para siswa mengaku tetap senang. Bagi mereka, kegiatan tersebut bahkan dianggap sebagai tambahan aktivitas fisik di pagi hari.

 

Setibanya kotak makanan di halaman sekolah, para siswa dan guru tampak sumringah. Wajah ceria terlihat saat mereka menerima makanan bergizi yang telah dinantikan.

 

Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langkap yang menangani pengiriman MBG menjelaskan, pihaknya melayani empat sekolah dasar di Desa Langkap. Rata-rata lokasi sekolah memang tidak berada di tepi jalan raya, sehingga distribusi harus menyesuaikan dengan kondisi akses yang ada.

 

Karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan, petugas SPPG terpaksa meminta bantuan pihak sekolah untuk membantu proses pengantaran dari titik pemberhentian kendaraan hingga ke sekolah.

 

Sementara itu, siswa dan guru berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan dapat memperhatikan kondisi infrastruktur jalan menuju sekolah. Mereka mengeluhkan setiap kali hujan turun, jalan menjadi becek dan sulit dilalui, bahkan sering menyebabkan siswa tidak dapat bersekolah.(RHM)