Bentrok Musik Tong-Tong di Bangkalan, Dua Kelompok Warga Tawuran Saat Bangunkan Sahur
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Aksi tawuran terjadi antara dua kelompok warga yang sedang melakukan patrol sahur menggunakan musik tong-tong di Desa Petereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Bentrokan tersebut diduga dipicu saling ejek hingga percikan flare saat kedua kelompok berpapasan di jalan desa.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Kedungdung, Minggu dini hari. Video amatir warga yang beredar di media sosial memperlihatkan dua kelompok pemuda yang awalnya berkeliling kampung untuk membangunkan warga sahur menggunakan alat musik ul-daul atau tong-tong bambu.
Namun situasi yang semula berlangsung meriah berubah menjadi ricuh saat kedua kelompok bertemu di jalan yang sama. Dalam video terlihat beberapa pemuda tiba-tiba terlibat adu mulut yang kemudian berujung aksi saling pukul.
Bahkan, sejumlah pemuda terlihat melempar alat musik yang mereka bawa, seperti tong-tong bambu, ke arah kelompok lawan. Keributan pun semakin membesar ketika anggota kelompok lain berdatangan dan ikut terlibat dalam bentrokan.
Aksi saling pukul dan kejar-kejaran antar kelompok warga tersebut berlangsung di tengah jalan desa. Ratusan warga yang berada di sekitar lokasi hanya bisa menyaksikan keributan itu tanpa berani mendekat karena khawatir terkena lemparan benda.
Situasi sempat memanas selama beberapa waktu sebelum akhirnya sejumlah tokoh masyarakat dan warga yang lebih tua datang ke lokasi untuk melerai kedua kelompok yang bertikai.
Setelah dilakukan mediasi di lokasi, kedua kelompok akhirnya membubarkan diri dan suasana desa kembali kondusif.
Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, Ach Dasuki, mengatakan bahwa awalnya kegiatan patrol sahur berjalan lancar seperti biasanya. Kedua kelompok warga hanya berkeliling membangunkan warga untuk sahur menggunakan alat musik tradisional.
“Awalnya normal saja, mereka keliling sambil memainkan musik tong-tong. Tapi saat dua kelompok ini berpapasan, ada yang menyalakan flare,” ujarnya.
Menurutnya, percikan flare tersebut diduga mengenai atau menyenggol anggota kelompok lain sehingga memicu kesalahpahaman dan akhirnya terjadi aksi saling pukul.
“Sepertinya percikan flare itu mengenai salah satu kelompok, lalu terjadi saling ejek dan akhirnya terjadi perkelahian,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Modung dikabarkan telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti bentrokan antar kelompok warga tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan patrol sahur di bulan Ramadan agar tradisi membangunkan sahur tetap berlangsung aman dan tidak menimbulkan konflik antar warga.(RHM)