Penghujung Tahun 2025, UTM Kukuhkan Guru Besar di Dua Bidang

Rektor UTM Prof Syafi' saat kukuhkan guru besar
Sumber :

Bangkalan-, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mengukuhkan dua guru besar. Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah rektor perguruan di Madura. Selasa 30-12-2025.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Dalam rapat terbuka tersebut, UTM secara resmi mengukuhkan Prof. Wahyu Andy Nugraha, S.T., M.Sc., Ph.D sebagai Guru Besar di bidang Ekologi Laut, serta Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D sebagai Guru Besar di bidang Sistem Informasi Agribisnis. Selain itu, UTM juga menghadirkan Prof. Caroline Chen sebagai Adjunct Professor di bidang Sistem Informasi.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

UTM kini telah memiliki sebanyak 32 guru besar atas pengukuhan Prof Wahyu Andy Nugraha sebagai Guru Besar di Bidang Ekologi Laut dan Prof Wahyudi Agustiono sebagai Guru Besar di Bidang Sistem Informasi Agribisnis.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

Adapun Prof Caroline sebagai Adjunct Professor di Bidang Sistem Informasi akan mengajar selama tiga tahun di Fakultas Teknik UTM.

 

“Pengukuhan pada hari ini tentu sesuatu yang istimewa. Selain karena di penghujung tahun 2025, kami baru kali ini memiliki jenjang profesor dari guru besar perguruan tinggi di luar negeri, yaitu Prof Caroline Chan,” ungkap Prof Safi’ dalam sambutannya.

 

Ia mengungkapkan, idealnya sekitar 10 persen dosen di sebuah perguruan tinggi bergelar guru besar, sementara UTM saat ini baru mencapai sekitar 5 persen.

 

“Kalau target ideal itu 10 persen dosennya bergelar guru besar, kita sekarang masih di kisaran 5 persen. Tapi alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga tahun terakhir, ada penambahan sekitar 25 persen. Ini capaian yang patut kita syukuri,” ujar Prof. Safi’.

 

Menurutnya, dengan adanya akselerasi dan regulasi yang lebih mendukung, capaian 10 persen tersebut optimistis bisa diraih dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

 

“Kalau satu tahun tentu tidak mungkin, tapi dua atau tiga tahun ke depan insyaallah bisa tercapai, tentu dengan dukungan dan doa dari semua pihak,” imbuhnya.

 

Prof Safi’ berharap, kehadiran Prof Caroline di UTM insya Allah akan menguatkan posisi UTM sebagai kampus negeri yang mempunyai komitmen dan tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, serta meningkatkan kualitas SDM Bangsa Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran masyarakat bangsa dan negara.

 

“Thank you for your time, partnership, and willingness to be a part of jenjang profesor at Trunojoyo Madura University,” tutur Prof Safi’.

 

Prof Wahyu Andy Nugraha dalam paparan keilmuannya berjudul, ‘Integrasi Ekologi Terumbu Karang dan Mangrove Sebagai Dasar Pengelolaan Pariwisata Bahari Berkelanjutan’. Sementara Prof Wahyudi Agustiono paparan keilmuannya berjudul, ‘Pertanian Cerdas Sebagai Pilar Ketahanan Pangan dan Perlindungan Lingkungan di Era Perubahan Iklim’.

 

Prof Safi’ menjelaskn, Prof Wahyu dan Prof Andy merupakan guru besar ke-31 dan ke-32 atau sekitar 5 persen dari total jumlah 624 dosen yang dimiliki UTM.(RHM)