Banjir Jadi “Sungai Dadakan”, Warga Kamal Kirim Sindiran ke Bupati Bangkalan
Bangkalan-, Banjir kembali “unjuk gigi” di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore membuat ratusan rumah warga dan jalur poros nasional di depan Pasar Kamal terendam air setinggi 50 hingga 70 sentimeter. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi antarwilayah, mendadak berubah rupa seperti daerah aliran sungai.
Puluhan pengendara motor yang nekat melintas harus menerima kenyataan pahit. Mesin kendaraan mereka mogok, sementara pemiliknya terpaksa mendorong motor menembus genangan, seolah sedang mengikuti lomba “dorong motor di tengah banjir”, bukan melintas di jalan nasional.
Di tengah kekacauan itu, sekelompok pemuda justru memilih cara berbeda untuk bersuara. Mereka membuat video berdurasi 20 detik berisi sindiran tajam yang ditujukan kepada Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Video itu pun viral di berbagai grup WhatsApp.
“Pak Bupati Bangkalan depan Pasar Kamal sedang tidak baik-baik saja, Pak. Desa Banyuaajuh banjir-banjir. Ini bukan sungai, Pak Bupati,” demikian bunyi caption dalam video tersebut, yang menyindir kondisi jalan raya yang berubah menjadi aliran air.
Sejak pukul 16.30 WIB, hujan dengan intensitas tinggi membuat air meluap deras dari saluran yang tak lagi mampu menampung debit. Arus banjir mengalir kencang di jalur poros nasional, memaksa kendaraan melaju perlahan atau bahkan berhenti total.
Tak hanya jalan, ratusan rumah warga di Desa Banyuaajuh, Kecamatan Kamal, juga ikut terendam. Ketinggian air mencapai setengah hingga hampir satu meter, membuat aktivitas warga lumpuh.
Warga pun seperti mengulang keluhan lama yang tak pernah benar-benar dijawab. Setiap hujan deras dan berlangsung lama, banjir selalu datang seolah sudah menjadi “agenda tetap” wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, menyebut banjir dipicu oleh penyempitan saluran air di depan Pasar Kamal, sehingga aliran air tidak langsung mengalir ke laut.
Sementara itu, warga berharap pemerintah Kabupaten Bangkalan, mulai dari bupati, kepala desa, kecamatan hingga BPBD, tidak hanya muncul saat banjir sudah telanjur merendam. Mereka meminta pemantauan dan penanganan serius dilakukan, agar Kamal tidak terus-menerus menjadi panggung banjir musiman—dan rakyat tak perlu lagi menyampaikan keluhannya lewat video sindiran.(RHM)