Banjir Rendam 1.673 KK di Blega, Warga Grobak Motor Raup Berkah
Bangkalan-, Banjir yang merendam sedikitnya 1.673 kepala keluarga (KK) di Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mulai berangsur surut pada Sabtu siang. Genangan air sebelumnya sempat mencapai ketinggian hingga satu meter, menggenangi permukiman warga, jalan nasional penghubung empat kabupaten di Pulau Madura, serta tujuh sekolah dasar.
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi di wilayah Kecamatan Geger yang berada di kawasan lebih tinggi, sehingga debit Sungai Blega meluap dan air mengalir ke wilayah yang lebih rendah. Posisi rumah warga yang lebih rendah dibandingkan badan jalan membuat air dengan mudah masuk ke permukiman.
Sejak air mulai surut, warga berupaya membersihkan dan membuang sisa genangan dengan alat seadanya, membuka saluran air agar aliran keluar kembali lancar. “Air sempat tinggi sekali, hampir sepinggang orang dewasa. Sekarang mulai turun, kami gotong royong membuang air dari rumah,” ujar Umul Farihah, salah seorang warga terdampak.
Di tengah kesulitan, banjir justru menghadirkan berkah bagi penyedia jasa grobak angkut sepeda motor. Karena jalan nasional terendam cukup dalam dan berisiko membuat mesin mogok, banyak pengendara memilih menyeberang menggunakan grobak.
Salah satunya Fadli, pengendara asal Kabupaten Sampang, yang terpaksa menaiki grobak bersama motornya demi bisa melintas. “Tarifnya memang mahal, Rp50 ribu sekali jalan, tapi saya harus segera ke Bangkalan. Kalau nekat lewat bisa mogok,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, sebaran rumah terdampak di Desa Blega meliputi:
• Dusun Baban: sekitar 180 KK
• Dusun Klabangan: 585 KK
• Dusun Morlaok: 618 KK
• Dusun Bangtemoran: 163 KK
• Dusun Karang Kemasan: 126 KK
Selain permukiman, tujuh sekolah dasar juga ikut terendam, mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Meski kondisi mulai membaik seiring surutnya air, warga berharap ada penanganan jangka panjang terhadap aliran Sungai Blega dan sistem drainase, agar banjir serupa tidak kembali menjadi langganan setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.(RHM)