Tanah Bergerak Meluas di Pamekasan, BPBD Lakukan Kajian untuk Laporan ke Provinsi

Sejumlah bangunan mulai roboh di Pamekasan
Sumber :

Pamekasan-, Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Sanah Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tidak hanya memaksa puluhan warga mengungsi, tetapi juga mendorong pemerintah daerah melakukan kajian teknis lanjutan.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyatakan pihaknya tengah melakukan analisis menyeluruh terkait kondisi tanah di wilayah terdampak sebelum dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

“Kami melakukan kajian komprehensif terkait tekstur tanah dan pergerakannya agar penanganan ke depan tepat sasaran,” jelasnya.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Kajian tersebut menjadi krusial mengingat dampak kerusakan yang terus bertambah. Berdasarkan data BPBD, retakan tanah telah menyebabkan kerusakan berat pada 10 rumah, 3 musala, dan 12 dapur, serta mengakibatkan satu rumah dan satu musala roboh.

 

Sementara itu, sebanyak 47 warga dari dua dusun telah dievakuasi ke tenda darurat yang dibangun BPBD bersama Brimob. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat potensi longsor susulan masih terbuka.

 

Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah desa menyoroti masih aktifnya aliran listrik di rumah-rumah rusak yang berisiko memicu kecelakaan.

 

“Ini perlu penanganan cepat dari PLN karena kondisi bangunan sudah tidak layak,” kata Kepala Desa Sanah Daya, Qamarudin.

 

BPBD menegaskan hasil kajian akan menjadi dasar rekomendasi penanganan jangka menengah hingga panjang, termasuk kemungkinan relokasi warga jika wilayah tersebut dinyatakan tidak aman untuk dihuni.