Plafon Kelas SDN Kramat I Bangkalan Ambruk Saat Jam Pelajaran
Bangkalan-, Plafon ruang kelas satu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kramat I, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Rabu pagi. Insiden ini sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Diduga, runtuhnya plafon tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua serta rangka kayu yang lapuk, sehingga tidak mampu menahan beban. Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Bangkalan sejak pagi hingga malam selama dua hari terakhir turut memperparah kondisi bangunan hingga akhirnya plafon roboh.
Rekaman video di lokasi memperlihatkan kondisi ruang kelas yang dipenuhi reruntuhan plafon. Tas dan alat tulis siswa masih berada di atas bangku belajar, tertimbun material plafon yang jatuh di tengah aktivitas belajar mengajar.
Saat kejadian, para siswa kelas satu langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Tidak berselang lama, plafon kembali ambruk susulan hingga menyebabkan hampir seluruh bagian plafon ruangan runtuh.
Pihak sekolah menduga runtuhnya plafon ruang kelas tersebut murni akibat konstruksi bangunan yang telah berusia tua dan tidak pernah mendapatkan perbaikan signifikan selama bertahun-tahun. Diketahui, selama 15 tahun terakhir, deretan ruang kelas, termasuk ruang kelas satu, belum pernah tersentuh renovasi.
Kepala SDN Kramat I, Sri Handayani, mengatakan suara dentuman keras terdengar hingga tiga kali saat plafon runtuh, membuat guru dan siswa dari kelas lain ikut panik dan ketakutan.
“Suara runtuhnya plafon cukup keras sampai tiga kali. Anak-anak dan guru langsung keluar kelas karena takut terjadi ambruk susulan,” ujar Sri Handayani.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban. Mereka berhasil menyelamatkan diri setelah bagian depan plafon ambruk pertama kali.
Mendapatkan kabar kejadian tersebut, para wali murid langsung berdatangan ke sekolah untuk memastikan kondisi bangunan serta keselamatan anak-anak mereka. Salah seorang wali murid, Zainul Ma’arifin, berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami berharap pihak sekolah dan instansi terkait segera memperbaiki bangunan yang rusak agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.