Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Minyak Mirip Pertalite, Beresiko Tinggi Hingga Ditutup Aparat

Sumur bor mengeluarkan minyak di Bangkalan
Sumber :

Bangkalan-, Sebuah sumur bor milik warga di Dusun Manakajah, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, mendadak mengeluarkan cairan berbau menyengat yang menyerupai bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Peristiwa langka ini sontak mengundang perhatian warga hingga menyebabkan kerumunan besar di sekitar lokasi.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Awalnya, pemilik sumur bernama Aida melakukan pengeboran untuk mencari sumber air. Namun pada hari ke-12, justru keluar cairan menyerupai minyak dari dalam sumur. Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berdatangan ke lokasi karena penasaran. Tak sedikit dari mereka yang membawa jeriken dan botol untuk mengambil minyak yang terus mengalir dari sumur.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Menurut Aida, sejak pertama kali keluar, jumlah minyak yang diambil warga jika dikumpulkan diperkirakan mencapai sekitar empat tangki mobil BBM. Minyak itu bahkan digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari membakar sampah, minyak urut, hingga obat alternatif.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Melihat situasi yang semakin tak terkendali dan aroma minyak yang kian menyengat, pemilik sumur, pemerintah desa, serta Muspika Kecamatan Klampis memutuskan untuk menutup sementara area sumur menggunakan terpal. Langkah ini dilakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menghindari potensi bahaya bagi warga sekitar.

 

“Kami menutup sementara karena baunya sangat menyengat dan dikhawatirkan membahayakan warga,” ujar Aida.

 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah mengirimkan surat kepada Badan Geologi dan Sumber Daya Mineral (BKSDM) Provinsi Jawa Timur serta SKK Migas untuk segera turun ke lokasi dan melakukan uji laboratorium. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah cairan tersebut benar-benar minyak bumi atau jenis cairan lain.

 

Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzen Jakfar, mengatakan pihaknya menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim ahli sebelum mengambil langkah lanjutan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau mengambil cairan dari sumur tersebut demi keselamatan.

 

Hingga kini, lokasi sumur masih dalam pengawasan dan menunggu kedatangan tim teknis dari provinsi dan SKK Migas untuk melakukan penelitian lebih lanjut.(RHM)