Sekolah di Bangkalan Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga
Bangkalan-, Plafon ruang kelas VI SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ambruk pada Senin pagi. Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga siswa dan guru dibuat kaget melihat material plafon berserakan di atas meja dan lantai kelas.
Wajah panik dan tak percaya terlihat dari para siswa dan guru saat hendak memasuki ruangan. Mereka hanya bisa mengucap istighfar melihat kondisi kelas yang rusak parah akibat runtuhan plafon.
Meski sempat diliputi kepanikan, pihak sekolah segera menghubungi Dinas Pendidikan dan Koordinator Wilayah (Korwil) Disdik Kecamatan Galis. Atas arahan dari dinas terkait, proses belajar mengajar sementara dipindahkan ke beranda depan ruang kelas, guna menghindari risiko runtuhan susulan yang dapat membahayakan keselamatan.
“Kami khawatir masih ada bagian plafon yang bisa jatuh, jadi siswa tidak kami izinkan masuk ke dalam kelas,” ujar Fatmawati, Kepala SDN Tlagah 2.
Menurutnya, kondisi bangunan sekolah memang sudah sangat memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas belum pernah mendapatkan rehabilitasi sejak pertama kali dibangun sekitar tahun 1982.
Untuk sementara, khusus siswa kelas VI, pihak sekolah memutuskan memindahkan kegiatan belajar ke rumah warga sekitar agar proses pendidikan tetap berjalan normal. Langkah ini diambil karena para siswa harus segera menuntaskan materi pelajaran menjelang ujian akhir dan semester dalam beberapa bulan ke depan.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius dengan melakukan renovasi menyeluruh terhadap SDN Tlagah 2. Selain ruang kelas VI, sejumlah ruang lain juga dinilai dalam kondisi rawan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.(RHM)