Ketegangan di Pamekasan Jawa Timur Disebabkan Oleh Hal ini

Ratusan warga di Pamekasan lakukan sweeping
Sumber :

Pamekasan-, Kota Pamekasan sempat berada dalam situasi tegang setelah ratusan orang yang diduga merupakan buruh salah satu pabrik rokok lokal turun ke jalan dan melakukan penyisiran di sejumlah titik pusat kota, Selasa siang. Aksi tersebut dipicu kabar adanya rencana unjuk rasa oleh oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke gudang rokok di Jalan Jokotole.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Sekitar 600 orang bergerak secara berkelompok dengan berjalan kaki menuju kawasan Monumen Arek Lancor. Mereka tampak membawa pentungan dan menyuarakan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang dinilai dapat mengganggu kelangsungan pekerjaan mereka.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Ketegangan sempat memuncak saat rombongan tiba di sekitar monumen. Massa hampir terlibat benturan dengan kelompok lain yang sedang membawa mobil pikap bermuatan perangkat pengeras suara. Kendaraan tersebut sempat menjadi sasaran kemarahan karena disangka milik pihak yang hendak melakukan aksi ke gudang rokok.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Salah satu anggota kelompok tersebut segera membantah tudingan itu.

“Bukan ke sana, kami mau ke Bappeda,” ujarnya berulang kali di hadapan massa.

 

Koordinator lapangan aksi buruh rokok, Junaidi, kemudian mengambil alih situasi dan meminta massa untuk menahan diri.

“Bukan orangnya, ayo balik. Itu bukan LSM yang dimaksud,” teriaknya sambil menenangkan peserta aksi.

 

Setelah dipastikan tidak ada kaitan antara kelompok tersebut dengan isu demonstrasi ke pabrik rokok, kondisi mulai mereda. Namun demikian, massa tetap melanjutkan penyisiran di sekitar Monumen Arek Lancor sebelum bergerak ke sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Agus Salim, Jalan Kolpajung, dan Jalan Stadion.

 

Aksi tersebut turut disiarkan secara langsung melalui media sosial oleh beberapa peserta, memperlihatkan pergerakan massa yang menyusuri pusat kota.

 

Salah satu perwakilan massa, Bintang, menyampaikan alasan aksi tersebut. Menurutnya, para pekerja merasa resah dengan keberadaan pihak-pihak yang dianggap kerap mengganggu aktivitas industri tempat mereka menggantungkan hidup.

“Kami tidak ingin ada segelintir lembaga yang datang lalu mengusik. Kalau ingin membantu masyarakat, ciptakan lapangan kerja, bukan justru mengganggu. Di sini orang bisa bekerja tanpa syarat ijazah,” ujarnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas kerja di gudang rokok terpaksa dihentikan sementara akibat isu rencana aksi tersebut.

“Kami liburkan dulu pekerjaan karena kabar kedatangan tamu dari lembaga itu. Tapi setelah dicari, orangnya tidak ada,” tambahnya.

 

Hingga sore hari, tidak ditemukan keberadaan oknum LSM yang dimaksud. Massa akhirnya menghentikan penyisiran dan kembali berkumpul untuk berjaga di sekitar gudang pabrik rokok di Jalan Jokotole, sementara situasi di pusat kota kembali berangsur normal.