Ke Madura, Ini Yang Dilakukan Menteri Kebuayaan Fadli Zon
Sementara itu, Peresmian museum tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Bahkan, sejumlah pihak menyatakan keinginan untuk menghibahkan benda-benda bersejarah secara cuma-cuma untuk dijadikan koleksi museum.”Ada yang berupa lukisan, ada pula barang-barang lain yang ingin dihibahkan kepada kami,” paparnya.
Terkait rencana pembukaan Program Studi Bahasa Madura, Prof. Safi mengakui aspirasi tersebut cukup besar, baik dari kalangan pendidik, tokoh masyarakat, budayawan, hingga Menteri Kebudayaan. Namun, menurutnya, pendirian Prodi tersebut memerlukan dukungan kebijakan nasional.
“Perlu ada kebijakan dari kementerian terkait agar Bahasa Madura masuk dalam nomenklatur program studi. Juga perlu dukungan kebijakan agar lulusan Pendidikan Bahasa Madura memiliki kejelasan lapangan kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanpa dukungan kebijakan tersebut, dikhawatirkan Prodi Bahasa Madura akan sepi peminat meskipun secara kultural sangat penting.
Dalam konteks pengusulan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, Prof. Safi juga menyebut UTM siap berperan dari sisi kajian akademik dan penguatan aspek legal, sementara kewenangan administratif tetap berada di pemerintah daerah.(RHM)