TIM “BRIKET KERRABHAN SAPI” UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA RAIH JUARA 2 NASIONAL DI INSTINC BUSINESS PLAN COMPETITION

TIM “BRIKET KERRABHAN SAPI” UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Sumber :

 

Plafon Kelas Ambruk, Siswa SDN Kramat 1 Bangkalan Terpaksa Belajar di Mushola

Perjalanan tim “Briket Kerrabhan Sapi” menuju podium juara tidaklah mudah. Mereka harus melalui berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari penilaian proposal bisnis, uji kelayakan ide, uji coba formulasi produk, hingga presentasi final di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi, pelaku usaha, dan praktisi industri.

 

Nelayan Sumenep Cemas, Tumpahan CPO Menyebar Luas Terbawa Arus

Kombinasi antara riset ilmiah, nilai keberlanjutan (sustainability), serta model bisnis yang aplikatif menjadikan karya mereka unggul di mata juri. Ide tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial, sekaligus memberi dampak sosial bagi masyarakat pedesaan di Madura.

 

Dua Ular Piton Bersarang di Plafon TK, Damkar Bangkalan Lakukan Evakuasi

Fathor, S.E., M.M., Ketua Jurusan Manajemen FEB UTM, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini sejalan dengan misi UTM menjadi kampus unggul yang berdampak bagi masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa sains dan kearifan lokal serta kolaborasi bisa berpadu menjadi solusi berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dr. Eni Sri Rahayuningsih, S.E., M.E., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB UTM, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata kolaborasi semua pihak serta komitmen fakultas dalam mendukung mahasiswa berprestasi.

 

“Capaian ini menjadi salah satu bukti konkret bahwa riset dan inovasi dari kampus dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. FEB UTM akan terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan memberi manfaat bagi masyarakat, melalui Tri Dharma perguruan tinggi ” tuturnya.

 

Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan tim Briket Kerrabhan Sapi tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga wujud nyata implementasi Kampus Berdampak yang mengedepankan inovasi berkelanjutan. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UTM mampu menjawab tantangan global dengan solusi berbasis kearifan lokal dan riset ilmiah. Inilah bukti bahwa UTM tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan problem solver yang berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Prof. Safi’. Ia menegaskan, universitas akan terus memperkuat budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin agar inovasi mahasiswa dapat menjadi energi perubahan menuju pembangunan berkelanjutan dan kemandirian bangsa.

Halaman Selanjutnya
img_title