Ribuan Anak Yatim di Sumenep Terima Santunan, Ini Pesan Bani Insan Peduli

Aksi Sosial di Sumenep: Bani Insan Peduli Santuni 2.000 Anak Yatim
Sumber :
  • Firman Rusady

Sumenep – SUMENEP — Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Yayasan Bani Insan Peduli melalui kegiatan santunan bagi 2.000 anak yatim yang digelar di Kabupaten Sumenep. Kegiatan berskala besar ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Jadi Rujukan, RSUD Sumenep Tangani 20 Ribu Pasien Kanker

 

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, relawan, donatur, serta berbagai elemen sosial yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan. Suasana haru dan kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, terutama saat anak-anak yatim menerima santunan secara langsung dari panitia dan para donatur.

Nelayan Sumenep Cemas, Tumpahan CPO Menyebar Luas Terbawa Arus

 

Perwakilan Yayasan Bani Insan Peduli dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan santunan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan gerakan kemanusiaan yang diharapkan terus berkembang dan memberi dampak luas.

Laporan Sejak 2022, Tersangka Baru Ditetapkan 2025 dan Belum Ditahan

 

“Anak-anak yatim ini adalah amanah bagi kita semua. Santunan yang diberikan hari ini adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial bersama agar mereka tetap memiliki harapan dan semangat untuk meraih masa depan,” ujarnya.

 

Rangkaian kegiatan sosial diawali dengan program Road Show Goes to Sumenep berupa sepeda santai bersama sejumlah tokoh daerah dan lembaga sosial. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga filantropi dalam membangun budaya kepedulian di tengah masyarakat.

 

Selain santunan anak yatim, panitia juga mengadakan layanan pengobatan gratis yang bekerja sama dengan tenaga medis dan klinik setempat. Layanan kesehatan ini dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan dhuafa, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis tanpa biaya.

 

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan acara silaturahmi bertajuk “ngopi santai” bersama sekitar 1.000 pekerja sektor informal, seperti tukang becak, pengemudi ojek, dan petugas kebersihan. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pekerja yang selama ini berkontribusi dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Bani Insan Peduli berharap gerakan kepedulian sosial tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Yayasan juga mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title