Klinik Pratama UTM Resmikan Layanan Faskes Umum: Siap Perkuat Program Kampus Berdampak
“Mulai hari ini Klinik Pratama UTM resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Semoga dapat terus melayani masyarakat umum dan mahasiswa. Masyarakat Bangkalan merasa sangat terbantu. Ini bukan persaingan dengan fasilitas kesehatan pemerintah, tetapi sinergi yang kami syukuri,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan layanan kesehatan UTM mendukung Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bangkalan.
“Kebutuhan dokter di Madura sangat tinggi—bahkan satu dokter melayani lebih dari sepuluh ribu penduduk. Kami berharap Fakultas Kedokteran UTM bisa segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis,” ujarnya.
Peresmian Ditandai Pemotongan Pita & Pemindahan Faskes BPJS
Acara dilanjutkan dengan doa bersama serta prosesi pemotongan pita, yang menjadi tanda dibukanya layanan Klinik Pratama UTM secara resmi. Peresmian ini juga dirangkaikan dengan pemindahan Faskes BPJS Kesehatan secara simbolis, difasilitasi melalui layanan mobile service BPJS agar proses lebih cepat dan efisien.
Agenda berlanjut dengan Pemeriksaan dan Pengobatan Massal Gratis bagi 100 peserta, mulai dari pemeriksaan dasar, konsultasi medis, pemberian obat, hingga edukasi kesehatan oleh tim medis Klinik Pratama UTM. Peserta berasal dari sivitas akademika UTM, perwakilan desa dan kecamatan, serta pengasuh pondok pesantren sekitar kampus.
Wujud Komitmen UTM sebagai Kampus Berdampak
Dengan mulai beroperasinya layanan umum Klinik Pratama UTM, universitas menegaskan komitmennya sebagai Kampus Berdampak, yakni institusi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam pelayanan publik.
Klinik Pratama UTM diharapkan menjadi fasilitas kesehatan yang dekat, mudah dijangkau, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Madura.